Draco Malfoy
Nama Draco diambil dari nama salah satu konstelasi yang berarti ular besar atau naga (Latin). Dalam bahasa Perancis, Malfoy berarti "bad faith." Ron pernah menyebut Draco sebagai "The Amazing Bouncing Ferret" (GoF chapter 13)
Ia lahir tanggal 5 Juni 1980. Keturunan darah murni dari Narcissa (Black) Malfoy dan Lucius Malfoy, seorang Death Eater dan merupakan salah satu dari anak buah intinya LV. Ia memiliki hubungan paman/bibi dengan Bellatrix (Black) Lestrange, Rodolphus Lestrange, Andromeda (Black) Tonks, Ted Tonks dengan Nymphadora Tonks sebagai sepupu.
Warna matanya abu-abu dan dingin sama seperti ayahnya. Rambutnya white blond yang pucat dan ia memiliki pale pointed face.
Draco mengawali tahun pertamanya di Hogwarts pada tahun 1991 di asrama Slytherin. Ia menjadi Prefect di tahun kelimanya dan merupakan anggota Inquisitorial Squad saat Umbridge berkuasa (OoTP chapter 28). Ia memiliki kemampuan dalam hal terbang, Ramuan, Occlumency (HBP chapter 26), memanipulasi luka. Ia suka banget membawa-bawa nama ayahnya, anak Daddy sepertinya. Hehe beda gak ya ama anak mami... Dia punya seekor eagle owl yang hampir setiap hari selalu mengantarkan gula-gula (permen) dari rumah.
Bisa dibilang Draco Malfoy adalah saingannya Harry Potter yang pertama kali bertemu di Madam Malkin's robe shop di Diagon Alley pada tanggal 31 Juli 1991. Ia selalu berusaha menjatuhkan Harry dengan berbagai cara. Dia frustasi dengan perhatian yang diberikan oleh orang-orang kepada Harry. Ayahnya pernah memperingatkan bahwa tidak bagus bermusuhan dengan Harry yang dianggap sebagai pahlawan, tapi dia bener-bener gak bisa bersikap friendly sama Harry.
Well, Draco is a good student, though. Walopun dia sebenernya berharap Hogwarts mengajarkan bagaimana caranya untuk menggunakan Ilmu Hitam, bukan cuma bertahan terhadapnya. And he is a very capable Quidditch Seeker too.
Pada tahun 1996, sebagai hukuman atas kegagalan ayahnya mengambil prophecy dari MoM, LV memberi Draco tugas yang sepertinya belum pernah ada adult yang menerimanya, yaitu mensabotase keamanan Hogwarts dan membunuh Albus Dumbledore. Taruhannya besar, karena LV akan membunuh seluruh keluarganya jika ia gagal.
Draco's quote : 'You know how I think they choose people for the Gryffindor (Quidditch) team?' said Malfoy a few minutes later, as Snape awarded Hufflepuff another penalty for no reason at all. 'It's people they feel sorry for. See, there's Potter, who's got no parents, then there's the Weasleys, who've got no money – you should be on the team, Longbottom, you've got no brains.' (PS chapter 13)
Ron tentang Malfoy: 'Don't talk to me,' Ron said quietly. ... 'Why not?' Said Hermione in surprise. 'Because I want to fix that in my memory forever,' said Ron, his eyes closed and an uplifted expression on his face. 'Draco Malfoy, the amazing bouncing ferret ...' (GoF chapter 13)
Malfoy's lyrical talents: 'Weasley cannot save a thing, He cannot block a single ring, That's why Slytherins all sing: Weasley is our King.
'Weasley was born in a bin He always lets the Quaffle in Weasley will make sure we win Weasley is our King.' … 'Weasley is our King, Weasley is our King, He always lets the Quaffle in Weasley is our King.' (OP19)
Death Eater (DE)
DE merupakan sebutan untuk para penyihir pengikut LV. Mereka yang ber-Apparate menghadap LV saat the Dark Mark di lengan mereka memanggil kemungkinan adalah pengikut setianya. Beberapa anak anggota DE bersekolah di Hogwarts. LV membentuk DE kira-kira sekitar tahun 1946-1956 (HBP chapter 20). Sebutan lain untuk DE adalah 'the Knights of Walpurgis'.
Para anggota DE (yang masih atopun dah tobat - hehehe...) : Avery (One of the earliest) Avery Bagman, Ludovic Black, Regulus Arcturus Carrow, Alecto Carrow, Amycus Crabbe Crouch, Barty (Jr.) Dolohov, Antonin (One of the earliest) Gibbon Goyle Jugson Karkaroff, Igor Lestrange (One of the earliest) Lestrange, Bellatrix Black Lestrange, Rabastan Lestrange, Rodolphus Macnair, Walden Malfoy, Draco Malfoy, Lucius Mulciber (One of the earliest) Nott (One of the earliest) Pettigrew, Peter "Wormtail" Rookwood, Augustus Rosier (One of the earliest) Rosier, Evan Rowle, Thorfinn Snape, Severus Travers Wilkes Yaxley Greyback, Fenrir
Dementor
Remus Lupin ngasih deskripsi tentang dementor (PA chapter 10) : "Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them. Even Muggles feel their presence, though they can't see them. Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself...soul-less and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life."
Mereka memakan emosi positif manusia, mereka kayak lagi berpesta kalo ada kerumumunan orang. Mereka dapat menghabiskan kekuatan para penyihir jika terlalu lama tinggal bersamanya. Mereka penjaga Azkaban dan membuat tempat itu sangat mengerikan. Ada beberapa pertahanan yang dapat digunakan untuk melawan mereka, terutama adalah Patronus Charm. Napas mereka terdengar seperti suara derikan yangseperti mencoba untuk menghisap lebih banyak udara. Tangannya berkilauan, keabu-abuan, terlihat seperti berlumpur dan keropeng. Sepertinya mereka memancarkan rasa dingin.
Senjata terakhir Dementor yang paling berbahaya disebut dengan the Dementor's Kiss. Mereka membuka kerudungnya dan menempelkan rahangnya ke mulut sang korban dan menghisap jiwanya hingga keluar dari raganya. Korbannya masih hidup tapi seperti "gone".
Dumbledore's Army
Saat Professor Umbridge tidak mengijinkan murid-muridnya untuk melakukan sihir tetapi malah hanya membaca teorinya, Hermione memiliki ide untuk meminta Harry mengajarkan D.A.D.A kepada sekelompok murid yang mau, di luar kelas. Harry bersedia dan pertemuan pertama diselenggarakan di kedai minuman Hog's Head, Hogsmeade, pada tanggal 5 Oktober. Setelah Dobby membantu Harry menemukan Room of Requirement, kelompok tersebut mulai berlatih secara teratur. Mereka memutuskan untuk memanggil kelompok mereka DA, yang awalnya merupakan singkatan dari Defence Association namun segera berganti dengan Dumbledore's Army. Setiap anggota diberi sebuah fake Galleon untuk memberikan informasi akan waktu pertemuan selanjutnya. Nomor seri Galleon itu akan berubah menunjukkan tanggal dan waktu pertemuan selanjutnya dan Galleon akan menjadi hangat. Ide ini diambil Hermione dari Dark Mark yang ada di lengan para DE yang akan terasa panas jika LV sedang memanggil mereka.
Members of Dumbledore's Army
1. Abbott, Hannah (Hufflepuff) 2. Brown, Lavender (Gryffindor) 3. Bell, Katie (Gryffindor) 4. Bones, Susan (Hufflepuff) 5. Boot, Terry (Ravenclaw) 6. Chang, Cho (Ravenclaw) Cho menghasilkan Patronus, silver swan (OP chapter 27). 7. Corner, Michael (Ravenclaw) Mantannya Ginny. 8. Creevey, Colin (Gryffindor) 9. Creevey, Dennis (Gryffindor) Murid tahun kedua yang belum boleh pergi ke Hogsmead dan mengunjungi Hog's Head. 10. Edgecombe, Marietta (Ravenclaw) Akhirnya jadi pengkhianat dan ngelaporin DA ke Umbridge and akhirnya ia mendapatkan balasan yang setimpal. Tapi di OoTP the movie yang bilang ke Umbridge adalah Cho. 11. Finch-Fletchley, Justin (Hufflepuff) 12. Finnigan, Seamus (Gryffindor) Bergabung di akhir-akhir. 13. Goldstein, Anthony (Ravenclaw) 14. Granger, Hermione (Gryffindor) Koordinator kayaknya. Dia juga nemuin berberapa mantra yang bisa melindungi mereka, salah satunya ia memantrai perkamen daftar anggota DA. Yang berkhianat bakalan ada tulisan SNEAK di mukanya kayak yang dialami ama Edgecombe. 15. Johnson, Angelina (Gryffindor) 16. Jordan, Lee (Gryffindor) 17. Longbottom, Neville (Gryffindor) 18. Lovegood, Luna (Ravenclaw) 19. Macmillan, Ernie (Hufflepuff) 20. Patil, Padma (Ravenclaw) 21. Patil, Parvati (Gryffindor) 22. Potter, Harry (Gryffindor) Guru and pemimpin DA. 23. Smith, Zacharias (Hufflepuff) Initially reluctant, but he came around. 24. Spinnet, Alicia (Gryffindor) 25. Thomas, Dean (Gryffindor) 26. Weasley, Fred (Gryffindor) 27. Weasley, George (Gryffindor) 28. Weasley, Ginny (Gryffindor) 29. Weasley, Ron (Gryffindor)
Ron Weasley
Nama lengkapnya Ronald Bilius Weasley. Nama tengahnya diambil dari nama Uncle Bilius, pamannya yang melihat grim dan meninggal 24 jam kemudian. Dobby memanggilnya 'Wheezy,' Luna lebih memilih memanggilnya 'Ronald' daripada Ron, Lavender Brown memanggilnya 'Won-Won,' saat peralatan tulisnya mengalami malfunctioned, penanya menulis namanya sebagai 'Roonil Wazlib' di buku Advanced Potion-Making miliknya dan Slughorn terkadang memanggilnya 'Ralph' dan 'Rupert' karena salah nyebut.
Ron bermata biru dengan rambut yang berwarna merah. Dia tinggi (bahkan hampir menyamai si kembar), kurus ceking dengan bintik-bintik di wajahnya, tangan dan kakinya besar dan hidungnya panjang. Gak sampe kayak Pinokio sih tapi mancunglah. Hehehe.
Ron adalah putra ke-6 dari Molly dan Arthur Weasley. Ia itu sohib karibnya Harry Potter. Sebenernya dia punya pandangan yang positif tentang hidup tapi punya 5 kakak yang terkenal di Hogwarts bikin dia tertekan. Gimana enggak, kakaknya ada yang jadi prefect, head boy, pemain Quidditch yang hebat, n' walopun pembuat onar kayak Fred and George tapi sapa sih yang gak kenal mereka di Hogwarts. Tapi akhirnya pada tahun 1995, dia jadi prefect n' ibunya ngasih hadiah sapu terbang baru, a Cleansweep Eleven. Pada musim gugur di tahun yang sama ia mencoba masuk jadi Gryffindor Quidditch team dan berhasil menjadi kiper. Dan sebagai kakak, sebenernya dia protektif banget sama Ginny.
Ron juga suka frustasi karena dia miskin. "Why is everything I own rubbish?" katanya waktu Molly membelikan dia dress robes bekas (GoF chapter 10). Ron ama Harry pernah marahan bahkan pernah gak ngomong berminggu-minggu tapi tetep aja, Ron tuh sohib yang baek banget n' dia selalu membantu Harry. Ron tuh keranjingan banget sama Quidditch and tim favoritnya adalah the Chudley Cannons.
Kalo ditanya apa yang paling ditakuti oleh Ron, jawabannya adalah laba-laba. Makanya pas ketemu Boggart di tahun ketiganya, boggart itu berubah jadi laba-laba. Awalnya, dulu pas dia berumur tiga tahun, dia matahin sapu terbangnya Fred and akhirnya Fred balas dendam dengan mengubah teddy bearnya Ron menjadi laba-laba raksasa waktu Ron memegangnya. Sejak saat itu dia takut banget sama yang namanya laba-laba.
Dia pengen jadi Auror sebagai pilihan karir. Kemampuannya adalah bermain catur (dia punya satu set catur warisan kakeknya), analisis dan strategi. Tapi dia punya kecenderungan yang aneh, salah waktu lagi serius tapi malah bener waktu lagi bercanda.
Pada akhirnya ia punya hubungan khusus sama Hermione n' muncul lah Rose and Hugo Weasley.
source : ladysivaid | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | J.K Rowling |
niH 9w kAsiH bocoRan ceRitA hARPoT 7...^_^
Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts,atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.
Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah menyerang tiga Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya. Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.
Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry, terbunuh oleh kutukan pembunuh; George Weasley kehilangan sebelah telinganya akibat mantra Sectumsempra; Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri. Harry sendiri lolos ketika Voldemort mengejarnya setelah tongkat sihirnya bereaksi dengan sendirinya dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.
Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu. Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley.
Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry. Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Voldemort, ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam proses itu. Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan kemudian dirampas oleh Dolores Umbridge.
Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge. Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.
Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah palsu, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.
Di Godric's Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan. Di Godric's Holow, mereka juga menemui Bathilda Bagshot, seorang teman lama Dumbledore yang mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka terperangkap, karena "Bagshot" itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini. Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir Harry hancur dalam kejadian itu.
Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan berkat bantuan patronus berbentuk kijang. Dia menyelam ke dalamnya untuk mendapati pedang tersebut. Kalung Horcrux mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya menghancurkan Horcrux dengan pedang itu.
Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood, Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan benda sihir sebagai hasilnya - tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder Wand—tongkat sihir tetua), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati (Resurrection Stone ”batu kebangkitan), dan Jubah Gaib (jubah tembus pandang) yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari bahwa jubah yang dimilikinya adalah adalah Jubah Gaib, dan segera menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda sihir Deathly Hallows, untuk mengalahkan Voldemort.
Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap oleh kelompok Snatcher yang diketuai oleh Fenrir Greyback, karena menyebut nama Voldemort (nama itu sudah dimantrai untuk mendeteksi para penyebutnya) dan dibawa ke rumah Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor, karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang Wormtail yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry, sebagai balasan dari hutang budi dari tahun ketiga Harry di Hogwarts. Mereka berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas dibunuh oleh Bellatrix.
Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik terakhirnya adalah Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gingrott's. Di sana mereka menemukan satu lagi Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri dan membawa pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri, tetapi pada saat yang bersamaan Voldemort menyadari bahwa mereka mencari Horcrux-Horcruxnya.
Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Voldemort akan mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara tidak sengaja, Voldemort mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Pada saat menyelamatkan jiwa Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw yang merupakan Horcrux itu tersembunyi di Kamar Kebutuhan dan benda itu dihancurkan.
Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk menguasai kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam keadaan sekarat, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari memori itu terungkap bahwa Snape selama ini berada di pihak Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian; karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Kemudian Harry tersadar di tempat yang mirip dengan stasiun King Cross, dan Dumbledore mendatanginya. Dumbledore mengatakan bahwa Harry sebenarnya adalah pemilik dari Deathly Hallows, dan kutukan Avada Kedavra itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Pada saat ini Dumbledore memberikan pilihan pada Harry, apakah dia ingin meneruskan pada kematian, atau kembali hidup ke dunia. Harry memilih kembali ke dunia, dan tersadar. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh Neville, Voldemort kemudian terbunuh setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kedavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri setelah Elder Wand menolak membunuh tuannya (Harry) sendiri.
Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasiun kereta api King's Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan.
Membantu Anak Mengatasi Rasa Takut
Setiap anak kecil pasti memiliki rasa takut, dalam kadar yang berbeda-beda. Ketakutan ini ada yang wajar dan ada juga yang tidak wajar. Adalah tugas kita, sebagai orang tua untuk membantunya mengatasi rasa takut ini. Walaupun kesannya sepele, namun sebenarnya mampu tidaknya orang tua membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan membangun keberanian ini memiliki dampak yang besar di kemudian hari. Anak yang kurang berhasil mengatasi ketakutan-ketakutan masa kecilnya, biasanya cenderung menjadi penakut dan kurang percaya diri dikemudian hari. Sebaliknya anak yang dapat mengatasi ketakutan masa kecilnya biasanya tumbuh menjadi berani dan punya percaya diri. Rasa takut sendiri sebenarnya adalah hal yang normal, dan hal yang dapat dipahami. Justru rasa takut inilah yang membuat anak dan kita sendiri menjadi terhindar dari berbagai bahaya. Secara tidak sadar bahkan kita sebagai orang tua sering kali mengajarkan anak untuk takut. Sering kita berkata “ Awas nanti jatuh !” atau juga, “Awas, hati-hati kalau menyeberang jalan, nanti tertabrak mobil yang lewat!” Dengan berkata seperti itu pada anak,sebenarnya kita mengajari anak untuk menggunakan rasa takutnya agar berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Dalam batas orang tua tidak menakut-nakutinya secara berlebihan, tidak jadi masalah, bahkan bisa membuat anak untuk lebih berhati-hati dalam segala hal. Namun ada kalanya orang tua sudah kehabisan akal untuk mengatur anaknya, dan akhirnya menakut-nakutinya secara berlebihan supaya anaknya menurut. Misalnya mengacam kalau tidak mau makan nanti akan dimakan raksasa, atau semacamnya. Walaupun tidak selalu, kalau hal seperti ini berlebihan, bisa jadi malah anak jadi penakut. Jadi kita harus ingat, bahwa yang kita tanamkan di sini adalah supaya anak berhati-hati kalau melakukan sesuatu, bukan menggali ketakutan terhadap imajinasinya tentang monster, raksasa, binatang buas, dan sebagainya yang mengancam dirinya. Dalam penelitian yang pernah dilakukan di Amerika, berbagai ketakutan yang ada dalam diri orang dewasa, ternyata memang berkaitan dengan masa kecilnya, atau sudah ada sejak masa kecilnya tak pernah mau hilang. Ketakutan ini antara terhadap gelap, takut sendirian, takut terhadap penolakan, takut terhdap kegagalan, takut terhadap dokter, takut pada binatang, takut berbuat salah, dan lain sebagainya
Takut akan kegelapan Biasanya ketakutan akan kegelapan timbul ketika orang tua mengharuskan anak tidur dalam kamarnya yang benar-benar gelap, atau bila anak terbangun di tengah malam, dalam keadaan kamarnya yang gelap gulita. Pada beberapa anak, bahkan dapat menjadi berdebar-debar ketakutan dengan hebatnya di saat berada dalam kegelapan. Orang tua harus menyadari bahwa ruangan yang gelap gulita bagi anak kecil akan tampak berbeda sekali dibandingkan bila masih diterangi oleh lampu penerangan. Dan orang tua harus memahami ketakutan mereka ini, bahkan walaupun ketakutan itu terkesan tidak masuk akal, dan orang tua juga harus berusaha meyakinkan anak bahwa tak ada apa-apa yang perlu ditakutkan. Berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan : • Gunakanlah lampu penerangan yangkecil, yangbanyak dijual di toko-toko. Lampu ini sekedar menjadikan kamar tidak gelap sama sekali, tetapi masih nyaman untuk tidur. Akan tetapi saat memasang lampu inipun, perhatikan juga jangan sampai malah menimbulkan bayangan yang menakutkan bagi anak. • Saat anak hendak tidur, temanilah ia sebentar, setelah lampu dimatikan. Ajaklah anak berbincang-bincang sebentar, buat anak merasa nyaman dan terbiasa dengan keadaan yang gelap tersebut. Setelah anak merasa nyaman dan tidak takut lagi, ia sudhadapat ditinggal. • Buka sedikit pintu kamarnya, dan yakinkan ia bahwa kita tak akan jauh-jauh darinya dan akan selalu ada bila diperlukan. • Jika ia terbangun di tengah malam, jangan biasakan ia untuk tidur di kamar orang tuanya, apalagi bila anak sudah agak besar. Bila tidak,hal ini akan semakin menjadi kebiasaan, dan menjadi semakin sulit untuk menghilangkannya. Sebaiknya buatlah ia merasa aman dan nyaman untuk kembali ke kamarnya, dan katakan padanya bahwa orang tuanya bangga bila anakknya sudah cukup dewasa untuk bisa tidur sendiri di kamarnya.
Takut pada binatang Ketakutan pada binatang hampir dialami oleh setiap anak kecil, namun biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usianya. Berikut ini beberapa tips yang membantu anak untuk tidak takut terhadap binatang : • Jangan pindahkan ketakutan kita sendiri pada anak. Jadi jangan takut-takuti anak secara berlebihan atau malah membuatnya tambah takut terhadap binatang. • Identifikasi apa yang membuat anak menjadi takut, dan apa alasannya. • Ada baiknya bila membiasakan anak yang sudah agak besar untuk memiliki binatang peliharaan. Dengan demikian anak menjadi biasa merawat dan bermain dengan binatang. Namun harus diingat untuk memilih hewan peliharaan yang tidak lebih besar darinya, dan tidak berbahaya baginya. • Jangan biarkan anak untuk bermain dengan binatang dengan cara yang menyakiti atau menyiksa binatang tersebut. Hal ini dapat menyebabkan binatang piaraan yang tadinya jinakpun menjadi marah dan menyerang si anak. • Jangan paksa anak untuk memelihara binatang tertentu, tapi biarkanlah ia sendiri yang menentukan dan ia akan memeliharanya dengan senang hati, bukan menjadi beban. Bila memang ia tak mau memelihara binatang, biarlah tidak usah memaksanya. Ketakutan seorang anak kadang kala bagi orang dewasa sangat tidak masuk akal, dan terkesan mengada-ada. Akan tetapi kita harus berusaha mengerti apa yang dirasa dan ada dalam bayangan si anak. Dengarkanlah cerita si anak, biarkan dia mengutarakan semuanya sampai selesai, dan jangan dikomentari dahulu. Cobalah mencari secara spesifik apa sebenarnya yang membuatnya takut. Berikanlah empati baginya sehingga ia merasa didukung. Dari situ kita akan lebih mudah untuk membantunya mengatasi ketakutannya…. Satu hal yang sering terlupa, bahwa saat kita kecilpun kadang kita mengalami suatu ketakutan yang mungkin agak berbeda bentuknya tapi sebenarnya serupa dengan anak kita… Jadi jangan salahkan anak, tapi dukung dan bantulah ia.
| |